Mencoba Komodo Edit
Mulai hari ini gue mencoba-coba editor alternatif lain selain Notepad++ yang selama ini sudah menemani coding di kala suka dan duka. Hehehe… Notepad++ sebenarnya cukup tahan banting dan untuk kecepatan gue sangat merekomendasikannya. Fiturnya cukup banyak dan mudah terbiasa dengan software editor ini, tapi sayang sekali dia ga punya fitur untuk SFTP.Notepad++ hanya punya plug-in untuk FTP. Sedangkan untuk keperluan kantor saat ini sedang sangat dibutuhkan fitur SFTP atau SSH FTP tersebut untuk mengedit secara remote. Beberapa saran untuk menggabungkan penggunaannya dengan WinSCP atau Filezilla sudah dicoba dan sebenarnya dari zaman dulu juga sudah di-set Notepad++ jadi default editor-nya Filezilla. Dengan cara ini, untuk mengedit beberapa file secara remote lumayan cukup membantu, tapi gue rasa ga efisien kalau untuk banyak file atau men-develop sebuah projek secara remote.
Komodo Edit adalah aplikasi free/open source buatan ActiveState Canada, gue pilih dari beberapa text editor free yang lain untuk dicoba. Masih sangat awal untuk menilainya. Sudah dicoba untuk mengedit file html dan php dan kayaknya layak untuk dicoba. Misalnya fitur dasar yang harus ada seperti, line numbers, folding, tab/space indent, font & color, vertical selection, commenting, normal search, regex & incremental search, dan lain-lain. Editor ini juga punya Code Intelligent untuk autocomplete dan support untuk berbagai macam bahasa pemrograman.
Sedangkan fitur FTP/SFTP Komodo Edit versi 5 ini sangat sederhana, hanya koneksi ke server, kemudian untuk membuka file di remote server, ga ada explorer untuk file folder di remote server. Di bagian Preference > Server disediakan fitur untuk menyimpan akun FTP/SFTP. Tapi untuk fungsi meng-explore remote server harus ditambah solusi add-on seperti JSTreeDrive dan Remote Drive Tree. Dan satu lagi kelebihan Komodo Edit, dia itu cross-platform, bisa di Windows, Linux dan Mac.
Tags: komodo edit, notepad++, review, text editor