<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>arif.suparlan.com &#187; Free/Open Source</title>
	<atom:link href="http://arif.suparlan.com/category/freeopen-source/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arif.suparlan.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 15:23:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Konfigurasi Ubuntu Guest di VirtualBox</title>
		<link>http://arif.suparlan.com/2012/05/16/konfigurasi-ubuntu-guest-di-virtualbox?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=konfigurasi-ubuntu-guest-di-virtualbox</link>
		<comments>http://arif.suparlan.com/2012/05/16/konfigurasi-ubuntu-guest-di-virtualbox#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 15:22:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free/Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[host-only]]></category>
		<category><![CDATA[interfaces]]></category>
		<category><![CDATA[nat]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[virtualbox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.suparlan.com/?p=612</guid>
		<description><![CDATA[Tempo hari sudah coba install VirtualBox, kemudian install Ubuntu sebagai guest OS di VirtualBox, sekarang saatnya sedikit oprek konfigurasi Ubuntu-nya. Saya ingin supaya guest OS ini bisa mengakses Internet dan juga diakses melalui host OS (Windows). Supaya Ubuntu guest OS &#8230; <a href="http://arif.suparlan.com/2012/05/16/konfigurasi-ubuntu-guest-di-virtualbox">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tempo hari sudah coba <em>install</em> <a href="http://arif.suparlan.com/2011/10/09/cara-install-virtualbox-dengan-host-windows-dengan-guest-ubuntut-windows" target="_blank">VirtualBox</a>, kemudian <a href="http://arif.suparlan.com/2011/12/23/cara-meng-install-ubuntu-server" target="_blank">install Ubuntu sebagai guest OS di VirtualBox</a>, sekarang saatnya sedikit oprek konfigurasi Ubuntu-nya. Saya ingin supaya <em>guest</em> OS ini bisa mengakses Internet dan juga diakses melalui <em>host</em> OS (Windows).<span id="more-612"></span></p>
<p>Supaya Ubuntu guest OS ini bisa mengakses Internet via host OS, maka salah satu <em>adapter</em> VirtualBox harus diset menjadi NAT. Misalnya Adapter 1 diset jadi NAT.</p>
<p>Kemudian supaya host OS dalam satu jaringan dengan guest OS, maka salah satu adapternya harus diset jadi Host-only. Katakanlah Adapter 2 diset jadi Host-only. Sebenarnya yang saya perlukan supaya host OS dapat mengakses guest OS, misalnya SSH dengan Putty.</p>
<p>Dengan ini bagian Ubuntu pun perlu disetting. Pertama, login ke Ubuntu dan dapatkan akses root dengan mengetik <code>sudo su -</code>, kemudian ketikkan password root.</p>
<p>Kedua, buka file interfaces dengan cara berikut, <code>vim /etc/network/interfaces</code></p>
<p>Ketiga, set eth0 (Adapter 0) dengan setingan dhcp. Defaultnya seharusnya memang sudah dhcp, kalau begitu biarkan saja. Kalau tidak, ubah seperti berikut.</p>
<pre>auto eth0
iface eth0 inet dhcp</pre>
<p>Keempat, di host OS Windows, jalankan Command Promt ([Win-logo-button] + R, ketik cmd, Enter). Ketikkan <code>ipconfig</code>. Perhatikan bagian &#8220;Ethernet adapter VirtualBox Host-Only Network&#8221;, seperti di bawah ini. Itu berarti akan menggunakan IP segment 192.168.56.</p>
<pre>Ethernet adapter VirtualBox Host-Only Network:

   Connection-specific DNS Suffix  . :
   Link-local IPv6 Address . . . . . : fe80::98db:70fe:d936:496b%17
   IPv4 Address. . . . . . . . . . . : 192.168.56.1
   Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
   Default Gateway . . . . . . . . . :</pre>
<p>Kelima, kembali ke <code>vim /etc/network/interfaces</code>, buat setingan IP static untuk eth1 (Adapter 2), dengan mengikut IP segment tadi. Seperti contoh:</p>
<pre>auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.56.100
netmask 255.255.255.0
network 192.168.56.0
broadcast 192.168.56.255</pre>
<p>Keenam, di Ubuntu, simpan setingan file interface tersebut. Kemudian reset eth0, eth1, dan restart service networking dengan command berikut.</p>
<pre>root@ubuntu:~# ifconfig eth0 up
root@ubuntu:~# ifconfig eth1 up
root@ubuntu:~# /etc/init.d/networking restart</pre>
<p>Ketujuh, kalau semua berjalan dengan baik, dari guest OS bisa ping ke google.com dan IP host OS yaitu 192.168.56.1. Dan dari host OS bisa ping balik ke IP statik guest OS yaitu 192.168.56.100.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.suparlan.com/2012/05/16/konfigurasi-ubuntu-guest-di-virtualbox/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memisahkan folder htdocs dan MySQL data di XAMPP</title>
		<link>http://arif.suparlan.com/2012/05/15/memisahkan-folder-htdocs-dan-mysql-data-di-xampp?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=memisahkan-folder-htdocs-dan-mysql-data-di-xampp</link>
		<comments>http://arif.suparlan.com/2012/05/15/memisahkan-folder-htdocs-dan-mysql-data-di-xampp#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 09:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free/Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[alias]]></category>
		<category><![CDATA[apache]]></category>
		<category><![CDATA[config]]></category>
		<category><![CDATA[htdocs]]></category>
		<category><![CDATA[mysql]]></category>
		<category><![CDATA[mysql-data]]></category>
		<category><![CDATA[path]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[xampp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.suparlan.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[Saya mengandalkan XAMPP sebagai webserver Apache, PHP dan MySQL. Dan tujuan saya untuk memisahkan folder htdocs dan MySQL data dari XAMPP adalah supaya mudah di-backup, tinggal meng-copy folder tersebut, dan untuk restore tinggal arahkan path-pathnya. Memang agak aneh, tapi saya &#8230; <a href="http://arif.suparlan.com/2012/05/15/memisahkan-folder-htdocs-dan-mysql-data-di-xampp">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mengandalkan <a href="http://www.apachefriends.org" target="_blank">XAMPP</a> sebagai webserver Apache, PHP dan MySQL. Dan tujuan saya untuk memisahkan folder htdocs dan MySQL data dari XAMPP adalah supaya mudah di-backup, tinggal meng-<em>copy</em> folder tersebut, dan untuk <em>restore</em> tinggal arahkan <em>path-path</em>nya. Memang agak aneh, tapi saya suka setingan seperti ini.<span id="more-596"></span></p>
<p>Kalau dulu saya sering ber-repot-repot meng-install satu-satu Apache, PHP dan MySQL. Ya itu sekalian buat sambil belajar konfigurasi server, jadi lama-lama bisa tau seluk beluk webserver Apache juga. Tapi sekarang untuk <em>development</em>, saya perlu yang instant, maka saya pake XAMPP.</p>
<p>Pertama pastikan Apache &amp; MySQL dalam keadaan stop. Kemudian siapkan folder misalnya <code>D:/webdev/htdocs</code> untuk folder htdocs, dan <code>D:/webdev/mysql-data</code> untuk folder data MySQL.</p>
<p>Kedua, buka dan edit setingan Apache supaya folder htdocs tersebut dapat di akses melalui <code>http://localhost/webdev</code>. Buat alias untuk folder webdev. Buka file berikut <code>C:\xampp\apache\conf\extra\httpd-xampp.conf</code>. <em>Copy paste</em> setingan beritkut setelah/di dalam line ini.</p>
<pre>Alias /webdev "D:/webdev/htdocs/"
    &lt;Directory "D:/webdev/htdocs"&gt;
		Options Indexes FollowSymLinks Includes ExecCGI
		AllowOverride All
		Order allow,deny
		Allow from all
    &lt;/Directory&gt;</pre>
<p>Ketiga, untuk MySQL, copykan data dalam folder berikut <code>C:\xampp\mysql\data</code> ke <code>D:\webdev\mysql-data</code>. Kemudian buka dan edit file berikut <code>C:\xampp\mysql\bin\my.ini</code>, ganti nilai variable berikut datadir, innodb_data_home_dir, dan innodb_log_group_home_dir seperti berikut:</p>
<pre>datadir="D:/webdev/mysql-data"
innodb_data_home_dir = "D:/webdev/mysql-data"
innodb_log_group_home_dir = "D:/webdev/mysql-data"</pre>
<p>Keempat, buka di browser url <code>http://localhost/webdev</code>. Seharusnya dapat langsung diakses.</p>
<p>Perlu diperhatikan bahwa beberapa aplikasi web perlu di seting ulang untuk <em>path</em>nya. Yang perlu diubah di config misalnya path yang dulunya <code>C:\xampp\htdocs</code> menjadi <code>D:\webdev\htdocs</code>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.suparlan.com/2012/05/15/memisahkan-folder-htdocs-dan-mysql-data-di-xampp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Meng-install Ubuntu Server</title>
		<link>http://arif.suparlan.com/2011/12/23/cara-meng-install-ubuntu-server?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cara-meng-install-ubuntu-server</link>
		<comments>http://arif.suparlan.com/2011/12/23/cara-meng-install-ubuntu-server#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 14:03:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free/Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[host-only]]></category>
		<category><![CDATA[nat]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[virtualbox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.suparlan.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Meng-install OS Ubuntu Server tidaklah susah. Next, next, next aja sampe selesai. Ya ada sedikit yang harus diisi, tapi secara keseluruhan gampang banget. Ini sebenarnya kelanjutan tutorial meng-install VirtualBox dengan host OS Windows dan guest OS Ubuntu, kita jalankan Ubuntu &#8230; <a href="http://arif.suparlan.com/2011/12/23/cara-meng-install-ubuntu-server">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meng-<em>install</em> OS Ubuntu Server tidaklah susah. <em>Next, next, next</em> aja sampe selesai. Ya ada sedikit yang harus diisi, tapi secara keseluruhan gampang banget. Ini sebenarnya kelanjutan tutorial meng-install VirtualBox dengan <em>host</em> OS Windows dan <em>guest</em> OS Ubuntu, kita jalankan Ubuntu di atas Windows.<span id="more-523"></span></p>
<p>OS yang saya ingin install aladah <a href="http://kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu/releases/10.10/ubuntu-10.10-server-i386.iso">Ubuntu Server 10.10</a>. Saya menginginkan supaya nantinya <em>guest</em> OS (Ubuntu) ini dapat diakses oleh <em>host</em> OS (Windows) dan juga dapat mengakses Internet melalui <em>host</em> OS. Untuk ini saya coba pakai 2 NIC/eth di setingan VirtualBox. Satu untuk NAT, satu lagi untuk Host-only. <a href="http://arif.suparlan.com/2011/10/09/cara-install-virtualbox-dengan-host-windows-dengan-guest-ubuntut-windows">Lihat settingan VirtualBox ini</a>. Ok, langsung saja.</p>
<p>1. Boot VirtualBox dengan CDROM yang sudah di-<em>load</em> dengan Installer Ubuntu Server.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-01.jpg"><img title="ubuntu-01" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-01-300x249.jpg" alt="" width="300" height="249" /></a></p>
<p>2. Pilih &#8220;<em>Install Ubuntu Server</em>&#8220;, kemudian pilih bahasa. Kemudian skip supaya tidak perlu men-<em>detect</em> layout keyboard. Pakai saja <em>setting</em> yang standar.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-02.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-543" title="ubuntu-02" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-02-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" /></a></p>
<p>3. Setelah itu tunggu sampai installer me-<em>load</em> komponen-komponennya. Karena sebelumnya saya pakai 2 <em>Network Interface Card</em> (NIC), akan muncul seperti berikut. Pilih saja eth-0.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-03.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-544" title="ubuntu-03" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-03-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" /></a></p>
<p>4. Kemudian ketikkan nama <em>host</em>. Tulis aja Ubuntu.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-04.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-545" title="ubuntu-04" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-04-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" /></a></p>
<p>5. Dibagian partisi harddisk, pilih saja yang &#8220;<em>Guided</em>&#8221; biar cepat. Setelah itu pilih &#8220;<em>Yes</em>&#8221; pada pertanyaan &#8220;<em>Write the changes to disk&#8230;?</em>&#8221; Kemudian tunggu sampai selesai meng-<em>install</em> <em>base system</em>.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-05.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-546" title="ubuntu-05" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-05-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" /></a></p>
<p>6. Ketikkan nama untuk akun user. Pilih &#8220;No&#8221; untuk meng-<em>encrypt</em> home <em>directory</em>. Installer akan mengknfigurasi apt.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-6.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-547" title="ubuntu-6" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-6-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" /></a></p>
<p>7. Setelah itu, pilih &#8220;<em>No automatic updates.</em>&#8221;</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-7.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-548" title="ubuntu-7" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-7-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" /></a></p>
<p>8. Pilih &#8220;<em>Yes</em>&#8221; pada pertanyaan &#8220;<em>Install the GRUB loader&#8230;</em>&#8221;</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-8.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-549" title="ubuntu-8" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-8-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" /></a></p>
<p>9. Instalasi selesai. Klik &#8220;<em>Continue</em>.&#8221;</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-9.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-550" title="ubuntu-9" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/12/ubuntu-9-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" /></a></p>
<p>10. Gampang kan? Lanjut konfigurasi Ubuntu (to be continued.) <img src='http://arif.suparlan.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.suparlan.com/2011/12/23/cara-meng-install-ubuntu-server/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Install VirtualBox dengan Host Windows, dengan guest Ubuntu</title>
		<link>http://arif.suparlan.com/2011/10/09/cara-install-virtualbox-dengan-host-windows-dengan-guest-ubuntut-windows?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cara-install-virtualbox-dengan-host-windows-dengan-guest-ubuntut-windows</link>
		<comments>http://arif.suparlan.com/2011/10/09/cara-install-virtualbox-dengan-host-windows-dengan-guest-ubuntut-windows#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 07:58:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free/Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[host-only]]></category>
		<category><![CDATA[install]]></category>
		<category><![CDATA[nat]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[virtualbox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.suparlan.com/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[Noob seperti saya harus banyak belajar. Tapi belajar memerlukan sarana yang memadai. Kadang-kadang komputer/server ga cukup satu. Tapi dengan teknologi virtualisasi, mesin virtual seperti VirtualBox dan VMWare, ini mempermudah untuk yang mau belajar Linux dengan cukup 1 mesin/PC, tanpa harus &#8230; <a href="http://arif.suparlan.com/2011/10/09/cara-install-virtualbox-dengan-host-windows-dengan-guest-ubuntut-windows">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Noob seperti saya harus banyak belajar. Tapi belajar memerlukan sarana yang memadai. Kadang-kadang komputer/server ga cukup satu. Tapi dengan teknologi virtualisasi, mesin virtual seperti VirtualBox dan VMWare, ini mempermudah untuk yang mau belajar Linux dengan cukup 1 mesin/PC, tanpa harus dual boot, atau sampai menghilangkan Windows.<span id="more-453"></span></p>
<p>Untuk ini kita perlu minimal 2 OS. Di sini saya pake OS Windows sebagai host OSnya atau OS yang sedang berjalan, yang diinstall di Notebook. Dan OS guest pilihan saya adalah Ubuntu server 10.10, yaitu OS yang nantinya akan dijalankan di atas OS host.</p>
<p>Spesifikasi kompi harus mayan, minimal 2GB RAM gini hari OK lah. Di notebook saya jadul hanya 1GB masih bisa jalan kok. Karena saya sudah lama pake VirtualBox, dan VMWare juga sudah lama saya tinggalkan, maka yang saya coba di sini pake VirtualBox.</p>
<p>Ini guuaamppaang sekali kok, tinggal ikuti satu persatu. Tutorial seperti ini banyak bertebaran di Google. Sekarang tidak ada alasan lagi untuk tidak belajar karena kekurangan hardware. Omong kosong, kalo emang males belajar ya ke laut aja.</p>
<p>Mari kita coba buat Virtual Machine (VM).</p>
<p>1. Saya sedang menjalankan Windows 7 sebagai hostnya. Yang perlu disiapkan adalah ISO Operating System pilihan. Saya mau coba Ubuntu, maka saya download ISO Linux Ubuntu.</p>
<p>http://kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu/releases/</p>
<p>Yang saya pilih Ubuntu 10.10 LTS: http://kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu/releases/10.10/ubuntu-10.10-server-i386.iso</p>
<p>2. Download sofware virtualisasi VirtualBox dari Oracle.</p>
<p>http://www.virtualbox.org/wiki/Downloads</p>
<p>3. Setelah itu, install VirtualBox. Next, next saja sampai selesai, biasanya lancar sampe ada tulisan &#8220;Welcome to VirtualBox!&#8221;.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box01.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-459" title="virtual-box01" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box01-300x143.jpg" alt="" width="300" height="143" /></a></p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box02.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-460" title="virtual-box02" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box02-300x138.jpg" alt="" width="300" height="138" /></a></p>
<p>4. Buat VM baru, dengan mengklik tombol &#8220;New&#8221; di toolbar. Tulis nama VMnya dan pilih jenis OSnya.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box03.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-461" title="virtual-box03" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box03-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a></p>
<p>5. Set alokasi RAM. Saya set 512MB saja cukup.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box04.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-462" title="virtual-box04" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box04-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a></p>
<p>6. Buat Hardisk virtual dan set alokasi harddisk untuk VM. Saya set hardisknya sekitar 2GB.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box05.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-463" title="virtual-box05" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box05-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a></p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box06.jpg"><img title="virtual-box06" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box06-300x206.jpg" alt="" width="300" height="206" /></a></p>
<p>7. Untuk menginstall Ubuntu, Perlu diset CD menggunakan ISO. Klik &#8220;Setting&#8221; pada VM yang baru dibuat. Klik &#8220;Storage&#8221;, kemudian &#8220;IDE controller/CD&#8221;. Di paling kanan ada icon &#8220;CD&#8221;, klik &#8220;Choose a virtual CD/DVD disk file&#8221; untuk memilih ISO Ubuntu yang sudah didownload tadi.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box07.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-465" title="virtual-box07" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box07-300x158.jpg" alt="" width="300" height="158" /></a></p>
<p>8. Setting jaringan. Saya perlu 2 NIC/Network adapter. Adapter yang pertama pilih &#8220;NAT&#8221;. Ini supaya dapat mengakses jaringan luar seperti host OS. Jadi guest OS bs mengakses Internet seperti layaknya host OS. Yang kedua opsional, ini menggunakan &#8220;Host-only adapter&#8221;, supaya host OS dan guest OS terhubung.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box08.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-466" title="virtual-box08" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box08-300x158.jpg" alt="" width="300" height="158" /></a></p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box09.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-467" title="virtual-box09" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box09-300x158.jpg" alt="" width="300" height="158" /></a></p>
<p>9. Jalankan Virtual Machine. VM akan booting CD/ISO dan menjalankan instalasi Ubuntu.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box10.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-468" title="virtual-box10" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2011/10/virtual-box10-300x158.jpg" alt="" width="300" height="158" /></a></p>
<p>10. <a href="http://arif.suparlan.com/2011/12/23/cara-meng-install-ubuntu-serverdows-dengan-guest-ubuntut-windows">Lanjut ke Cara Install Ubuntu Server</a> <img src='http://arif.suparlan.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.suparlan.com/2011/10/09/cara-install-virtualbox-dengan-host-windows-dengan-guest-ubuntut-windows/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Downgrade ke PHP 5.2 di CentOS 5.5</title>
		<link>http://arif.suparlan.com/2011/04/04/downgrade-ke-php-5-2-di-centos-5-5?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=downgrade-ke-php-5-2-di-centos-5-5</link>
		<comments>http://arif.suparlan.com/2011/04/04/downgrade-ke-php-5-2-di-centos-5-5#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 09:51:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free/Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[centos]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[yum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.suparlan.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu alasan yang jelas untuk tetap menggunakan PHP 5.2 dibandingkan dengan versi baru 5.3, yaitu karena beberapa fungsi telah ditiadakan di versi 5.3 sedangkan sistem-sistem lama masih banyak yang menggunakannya. Ini daftar fungsi-fungsi yang sudah dihilangkan, dan kebanyakannya masih &#8230; <a href="http://arif.suparlan.com/2011/04/04/downgrade-ke-php-5-2-di-centos-5-5">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada satu alasan yang jelas untuk tetap menggunakan PHP 5.2 dibandingkan dengan versi baru 5.3, yaitu karena beberapa fungsi telah ditiadakan di versi 5.3 sedangkan sistem-sistem lama masih banyak yang menggunakannya. Ini daftar <a href="http://php.net/manual/en/migration53.deprecated.php" target="_blank">fungsi-fungsi yang sudah dihilangkan,</a> dan kebanyakannya masih sangat penting digunakan dibeberapa sistem.<span id="more-375"></span></p>
<p>Saya sendiri masih menggunakan/membangun sistem yang berdasarkan framework Codeigniter 1.7.2. yang kalau dijalankan di PHP 5.3 langsung ngadat. Selain itu kebanyakan hosting pun mau ga mau harus tetap dengan versi PHP 5.2. Jadi kalau membangun sebuah server ada baiknya untuk mempertimbangkan versi mana yang akan dipakai.</p>
<p>Kalau di server Debian/Ubuntu bisa dibilang mudah, mungkin karena sudah terbiasa dan di repositorinya, PHP versi 5.2 masih disupport, jadi instalasi bisa langsung lancar-lancar aja. Kebetulan server yang sekarang sedang digunakan adalah CentOS 5.5 jadi agak ribet, selain belum biasa, juga harus tau menggunakan command yum, dan harus ngecek repo yang masih ada PHP 5.2-nya.</p>
<p>Tapi ternyata ga susah-susah amat. Saya oprek-oprek sepertinya ini ada dua cara, atau tiga kalo mau lebih. Tulisan ini untuk catatan saya, silakan koreksi kalau ada yang salah.</p>
<p>Cara pertama dengan menggunakan repo dari Zend. Pertama-tama pastikan sudah tidak ada lagi instalasi PHP versi baru. Kalau masih ada dihilangkan saja.</p>
<pre>yum remove php*.*</pre>
<p>Kemudian buka yum.conf untuk meng-exclude-kan segala yang berbau php-5.3 di konfigurasi yum.</p>
<pre>vim /etc/yum.conf</pre>
<p>Tambahkan line berikut menghindari yum untuk menginstal atau me-list yang berkaitan dengan php-5.3.</p>
<pre>exclude=php-5.3*, mod-php-5.3*, zend-server-php-5.3*</pre>
<p>Kemudian buat file repo dengan nama <code>zend.repo</code></p>
<pre>vim /etc/yum.repos.d/zend.repo</pre>
<p>Isi dengan ini:</p>
<pre>[Zend]
name=Zend Server
baseurl=http://repos.zend.com/zend-server/rpm/$basearch
enabled=1
gpgcheck=0
[Zend_noarch]
name=Zend Server - noarch
baseurl=http://repos.zend.com/zend-server/rpm/noarch
enabled=1
gpgcheck=0</pre>
<p>Setelah itu langsung install saja dengan perintah berikut:</p>
<pre>yum install zend-server-php-5.2</pre>
<p>Saya pikir ini cara yang paling cepat dan sederhana, yum langsung menginstall semua yang berkaitan dengan php-5.2. Gampang kan? Ya mudah-mudahan dengan cara tadi langsung beres.</p>
<p>Cara kedua, sebenernya sama saja, cuma ini menggunakan <a href="http://www.jasonlitka.com/yum-repository/" target="_blank">repo yang lain lagi</a>. Tetap dengan meng-exclude-kan php-5.3, buat file repo seperti berikut:</p>
<pre>vim /etc/yum.repos.d/utterramblings.repo</pre>
<p>Isikan dengan ini:</p>
<pre>[utterramblings]
name=Jason's Utter Ramblings Repo
baseurl=http://www.jasonlitka.com/media/EL$releasever/$basearch/
enabled=1
gpgcheck=1
gpgkey=http://www.jasonlitka.com/media/RPM-GPG-KEY-jlitka</pre>
<p>Lihat list repo php yang ada, kemudian install paket yang ada beserta extension-extensionnya:</p>
<pre>yum list php

yum install php php-xmlrpc php-imap php-mhash php-mbstring php-mysql
php-xml php-gd php-openssl php-exif php-mcrypt php-soap</pre>
<p>Sedangkan cara yang ketiga, harus download dulu source php-5.2 di php.net, kemudian dikompil. Install dulu tools untuk mengompil sourcenya.</p>
<pre>yum install php-devel
yum install httpd-devel
yum install libxml2-devel
yum install mysql-devel</pre>
<p>Download source php-5.2</p>
<pre>wget http://id.php.net/distributions/php-5.2.17.tar.gz</pre>
<p>Extract file sourcenya, kemudian masuk ke foldernya:</p>
<pre>tar -zxvf php-5.2.17.tar.gz
cd php-5.2.17</pre>
<p>Jalankan proses kompil:</p>
<pre>./configure --with-apxs2=/usr/sbin/apxs --with-mysql=/usr/local
--with-zlib-dir=/usr --with-mysql=/usr/local --with-kerberos=/usr --enable-cli
--enable-exif --enable-mbstring --enable-mbregex --enable-sockets
--with-curl --with-openssl=/usr --with-xmlrpc --with-xsl=/usr --with-pear
--with-iconv --with-gd --with-jpeg-dir=/opt/local --with-png-dir=/opt/local
--with-freetype-dir=/opt/local

make install</pre>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="_mcePaste" class="mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">menggunakannya</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.suparlan.com/2011/04/04/downgrade-ke-php-5-2-di-centos-5-5/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download Youtube Video dengan Shell Script V2</title>
		<link>http://arif.suparlan.com/2011/02/23/download-youtube-video-dengan-shell-script?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=download-youtube-video-dengan-shell-script</link>
		<comments>http://arif.suparlan.com/2011/02/23/download-youtube-video-dengan-shell-script#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 16:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free/Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bash]]></category>
		<category><![CDATA[grep]]></category>
		<category><![CDATA[regex]]></category>
		<category><![CDATA[sh]]></category>
		<category><![CDATA[shell]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[wget]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.suparlan.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[Aplikasi yang dibuat mas Trio ini (You2Pup) ini adalah aplikasi di Puppy Linux untuk mendownload video dari Youtube. Beberapa hari lalu baru diupdate dengan menggunakan shell script yt-download.sh, padahal script itu lumayan cupu. Jadi ini yang ngebuat saya jadi iseng &#8230; <a href="http://arif.suparlan.com/2011/02/23/download-youtube-video-dengan-shell-script">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aplikasi yang dibuat <a href="http://www.murga-linux.com/puppy/viewtopic.php?p=326803#326803" target="_blank">mas Trio ini (You2Pup)</a> ini adalah aplikasi di Puppy Linux untuk mendownload video dari Youtube. Beberapa hari lalu baru diupdate dengan menggunakan <a href="http://arif.suparlan.com/2010/07/30/download-youtube-video-dengan-shell-script-update" target="_blank">shell script yt-download.sh</a>, padahal script itu lumayan cupu. Jadi ini yang ngebuat saya jadi iseng ngoprek-ngoprek lagi.<span id="more-344"></span></p>
<p>Sama seperti aplikasi pendownload youtube yang lain, script yt-download yang lama masih bisa dijalankan mulus. Tapi, bedanya, dia hanya mendownload salah satu video saja (defaultnya), sementara di Youtube, satu video ada berbagai macam ukuran dan format. Ide dari mas Trio, di script yang baru, saya coba tambahkan beberapa fitur.</p>
<p>Shell ini masih sederhana seperti yang lama, hanya jauh lebih banyak barisnya. Ga jauh beda, cuma memanfaatkan fungsi-fungsi regular expression dan string manipulation untuk mendapatkan url video, format, dan ukuran. Variable tersebut ada di source html youtube dengan key &#8220;PLAYER_CONFIG&#8221; yang berupa array JSON. Dengan mendapatkan nilai &#8220;fmt_url_map&#8221; dan &#8220;fmt_map&#8221; sudah cukup menghasilkan url video, format, dan ukurannya. Kalo shell bisa ngebaca JSON, mungkin akan lebih mudah untuk parsingnya.</p>
<p>Script yt-download.sh bisa <a href="http://arif.suparlan.com/demo/yt-download/yt-download.sh.txt" target="_blank">didownload di sini</a>.</p>
<p><strong>Change log</strong></p>
<p>v2.32 &#8211; 2012-01-31</p>
<ul>
<li>Fixed: Youtube&#8217;s format changed, reported by Abdulla. PLAYER_CONFIG to playerConfig, line 54-55.</li>
<li>Changed: Added tmp file with timestamp, and deleted as soon as it is processed, to prevent write problems.</li>
</ul>
<p>v2.3 &#8211; 2011-08-29</p>
<ul>
<li>Fixed: Youtube&#8217;s format changed. url_encoded_fmt_stream_map &amp; fmt_list.</li>
<li>Fixed: Youtube&#8217;s url changed. Url decoded, remove some parameters, added &#8216;title&#8217; parameter.</li>
</ul>
<p>v2.2</p>
<ul>
<li>Fixed: Youtube&#8217;s url changed. Remove o-o.preferred.matrix-cgk1</li>
<li>Fixed: Youtube&#8217;s url changed. \u0026 replaced with &amp;.</li>
<li>Fixed: array sorting problem.</li>
</ul>
<p>v2.1</p>
<ul>
<li>Added: input for save directory, and some error handling if directory&#8217;s not found. (Thanks to Trio).</li>
<li>Added: abort option. (Thanks to Trio).</li>
<li>Added: wget parameter. (Thanks to Trio).</li>
<li>Added: new video format webm. Format list: flv, mp4, 3gp, and webm.</li>
<li>Changed: parsing algorithm based on Dougal&#8217;s Shell script. (Thanks to Dougal). But problem with array sorting.</li>
</ul>
<p>v2.0</p>
<ul>
<li>Added: automatic file naming based on page title.</li>
<li>Added: some error handling.</li>
<li>Added: allow user to choose available size and format. Format list: flv, mp4, and 3gp.</li>
<li>Changed: parsed portion. JSON array from youtube HTML source provides various video format. (Thanks to Trio).</li>
<li>Reported: problem with title and &#8220;/&#8221; character. Tested with Debian/Ubuntu &amp; Puppy, no problem.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.suparlan.com/2011/02/23/download-youtube-video-dengan-shell-script/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hosting Email di Google Apps</title>
		<link>http://arif.suparlan.com/2010/07/13/hosting-email-di-google-apps?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hosting-email-di-google-apps</link>
		<comments>http://arif.suparlan.com/2010/07/13/hosting-email-di-google-apps#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 17:29:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free/Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[cpanel]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[gmail]]></category>
		<category><![CDATA[google apps]]></category>
		<category><![CDATA[host email]]></category>
		<category><![CDATA[mx]]></category>
		<category><![CDATA[MX entry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.suparlan.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak yang belum tau bahwa Google Apps memberikan layanan hosting email untuk domain kita secara gratis. Ini bukan hal baru sih, &#8211;berarti yang baru tau katrok! hehehe. Layanan ini sudah agak lama, saya sendiri sudah memakainya sejak tahun lalu. &#8230; <a href="http://arif.suparlan.com/2010/07/13/hosting-email-di-google-apps">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin banyak yang belum tau bahwa Google Apps memberikan layanan hosting email untuk domain kita secara gratis. Ini bukan hal baru sih, &#8211;berarti yang baru tau katrok! hehehe. Layanan ini sudah agak lama, saya sendiri sudah memakainya sejak tahun lalu. Lumayan banget untuk yang punya banyak domain dan memegang banyak email, saya tinggal hosting di Google Apps dan arahkan email-email tersebut ke email utama saya. Dan yang penting ga perlu pusing dengan kehabisan space, sebab Google menyediakan space lumayan besar.<span id="more-183"></span></p>
<p>Saya dulu tau ini dari Pak Uut. Pertama emang ga langsung nyoba sih, terus baru mulai pakai, waktu sudah mulai banyak pegang banyak domain. Ditambah lagi saya menggunakan tiga komputer bergantian, PC kantor, dan dua notebook, dan aplikasi email client seperti Outlook cukup bikin menyita waktu apalagi kalo sudah berhubungan dengan backup-restorenya. Ditambah lagi aplikasi email seperti Squirrel, halah. Siapa sih yang ga benci dengan aplikasi webmail seperti Squirrel atau Horde.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2010/07/gmail01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-194" title="gmail01" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2010/07/gmail01-150x150.jpg" alt="POP3 Gmail" width="150" height="150" /></a>Beberapa teman saya bilang ini terlalu ribet. Mungkin tidak semua setuju dengan saya bahwa ini sangat membatu. Mungkin mereka ga pernah megang banyak email. Saya punya dua email utama di Yahoo dan Gmail, selain itu ada sekitar 10 email lagi kebanyakanya di hosting di Google, yang ditarik lewat pop3 ke email utama tadi. Jadi sehari-hari saya hanya perlu buka dua email utama tadi. Tapi sayangnya satu akun Gmail saat ini hanya diperbolehkan sekitar lima POP3.</p>
<p>Jadi buat yang belum tau caranya menghosting email di Google Apps, mari kita coba. Pertama yang perlu dipersiapkan adalah punya nama domain sendiri. Artinya ada akses untuk merubah MX record, yang bisa dilakukan melalui CPanel atau setting DNS pada domain control panel.</p>
<p>Kedua, daftar di Google Apps di sini: http://www.google.com/a/cpanel/domain/new. <code>I want to use an existing domain name</code>. Masukkan nama domain kemudian lanjutkan pendaftaran.</p>
<pre>Google Apps requires changes to DNS to properly set up services. Learn more
* I understand that if I cannot alter DNS records for my domain,
I may impact my organization's ability to use Google Apps.
</pre>
<p>Centang bila setuju. Kemudian lanjutkan proses pendaftaran. Kemudian buat akun Google Apps pertama untuk domain tersebut.</p>
<p><a href="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2010/07/google-apps01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-199" title="google-apps01" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2010/07/google-apps01-150x150.jpg" alt="Google Apps Dashboard" width="150" height="150" /></a>Ketiga. Setelah pendaftaran selesai, untuk mengaktifkan diharuskan untuk memverifikasi domain tersebut. Di atas menu Dashboard ada tulisan <code>To activate Google Apps services you must verify that you own your domain...</code>. Cara yang termudah dengan mengupload sebuah file HTML. Sistem akan memberi sebuah kode yang harus ditulis didalam file &#8216;googlehostedservice.html&#8217;. Upload file tersebut dan pastikan dapat diakses di http://namadomain.com/googlehostedservice.html. Selesai kan proses verifikasi domain.</p>
<p>Keempat, aktifkan email pada menu dashboard. Disini akan diarahkan untuk mengubah MX entry domain. Banyak caranya dan itu tergantung pada Control Panel yang dipakai. Untuk yang termudah kita coba untuk CPanel. Setelah login CPanel, klik menu MX entry. Di bawah <code>Change MX Entry</code> pilih domain yang akan dipakai. Buat MX entry atau bila MX sudah ada, maka tinggal diedit saja. Isinya sebagai berikut:</p>
<pre>priority 0
destination aspmx.l.google.com
</pre>
<p>Kalo perlu tambahkan satu lagi.</p>
<pre>priority 10
destination alt1.aspmx.l.google.com
</pre>
<p>Perubahan ini kadang memerlukan waktu agak lama untuk resolve kadang bisa berjam-jam. Halaman webmail tadi bisa diakses melalui url berikut <code>http://mail.google.com/a/namadomain.com</code>. Supaya gampang di Google apps juga terdapat fitur untu menyetting url webmail tadi misalnya jadi <code>webmail.namadomain.com</code>. Untuk ini harus merubah di CNAME record.</p>
<p>Selanjutnya melakukan setting pada control panel Google Apps. Ini sangat mudah, kamu bisa nambah akun email baru dan mengakses fitur-fitur lainnya seperti Google Docs, Calendar, Chats, dan lain-lainnya. Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.suparlan.com/2010/07/13/hosting-email-di-google-apps/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencoba Komodo Edit</title>
		<link>http://arif.suparlan.com/2009/08/31/mencoba-komodo-edit?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mencoba-komodo-edit</link>
		<comments>http://arif.suparlan.com/2009/08/31/mencoba-komodo-edit#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 02:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free/Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[komodo edit]]></category>
		<category><![CDATA[notepad++]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[text editor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.suparlan.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Mulai hari ini gue mencoba-coba editor alternatif lain selain Notepad++ yang selama ini sudah menemani coding di kala suka dan duka. Hehehe&#8230; Notepad++ sebenarnya cukup tahan banting dan untuk kecepatan gue sangat merekomendasikannya. Fiturnya cukup banyak dan mudah terbiasa dengan &#8230; <a href="http://arif.suparlan.com/2009/08/31/mencoba-komodo-edit">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mulai hari ini gue mencoba-coba editor alternatif lain selain Notepad++ yang selama ini sudah menemani coding di kala suka dan duka. Hehehe&#8230; Notepad++ sebenarnya cukup tahan banting dan untuk kecepatan gue sangat merekomendasikannya. Fiturnya cukup banyak dan mudah terbiasa dengan software editor ini, tapi sayang sekali dia ga punya fitur untuk SFTP.<span id="more-128"></span><a href="http://notepad-plus.sourceforge.net/uk/site.htm" target="_blank">Notepad++</a> hanya punya plug-in untuk FTP. Sedangkan untuk keperluan kantor saat ini sedang sangat dibutuhkan fitur SFTP atau SSH FTP tersebut untuk mengedit secara remote. Beberapa saran untuk menggabungkan penggunaannya dengan <a href="http://winscp.net/eng/index.php" target="_blank">WinSCP</a> atau <a href="http://filezilla-project.org/" target="_blank">Filezilla</a> sudah dicoba dan sebenarnya dari zaman dulu juga sudah di-set Notepad++ jadi default editor-nya Filezilla. Dengan cara ini, untuk mengedit beberapa file secara remote lumayan cukup membantu, tapi gue rasa ga efisien kalau untuk banyak file atau men-develop sebuah projek secara remote.</p>
<p><a href="http://www.activestate.com/" target="_blank">Komodo Edit</a> adalah aplikasi free/open source buatan ActiveState Canada, gue pilih dari beberapa text editor free yang lain untuk dicoba. Masih sangat awal untuk menilainya. Sudah dicoba untuk mengedit file html dan php dan kayaknya layak untuk dicoba. Misalnya fitur dasar yang harus ada seperti, line numbers, folding, tab/space indent, font &amp; color, vertical selection, commenting, normal search, regex &amp; incremental search, dan lain-lain. Editor ini juga punya Code Intelligent untuk autocomplete dan support untuk berbagai macam bahasa pemrograman.</p>
<p>Sedangkan fitur FTP/SFTP Komodo Edit versi 5 ini sangat sederhana, hanya koneksi ke server, kemudian untuk membuka file di remote server, ga ada explorer untuk file folder di remote server. Di bagian <em>Preference</em> &gt; <em>Server</em> disediakan fitur untuk menyimpan akun FTP/SFTP. Tapi untuk fungsi meng-explore remote server harus ditambah solusi add-on seperti <a href="http://community.activestate.com/xpi/jstreedrive" target="_blank">JSTreeDrive </a>dan <a href="http://community.activestate.com/xpi/remote-drive-tree">Remote Drive Tree</a>. Dan satu lagi kelebihan Komodo Edit, dia itu cross-platform, bisa di Windows, Linux dan Mac.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.suparlan.com/2009/08/31/mencoba-komodo-edit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fairly Empty 2 &#8211; WordPress Theme</title>
		<link>http://arif.suparlan.com/2008/10/30/fairly-empty-2-wordpress-theme?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fairly-empty-2-wordpress-theme</link>
		<comments>http://arif.suparlan.com/2008/10/30/fairly-empty-2-wordpress-theme#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 20:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free/Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[1 columns]]></category>
		<category><![CDATA[fairly empty 2]]></category>
		<category><![CDATA[fixed width]]></category>
		<category><![CDATA[widget ready]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress theme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.suparlan.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Fairly Empty 2 is a modification from my previous theme. A very simple theme, an experimental using table-less one column layout, except for the sidebar which I split it into 2. I added a diagonal line background, so it would &#8230; <a href="http://arif.suparlan.com/2008/10/30/fairly-empty-2-wordpress-theme">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fairly Empty 2 is a modification from my previous theme. A very simple theme, an experimental using table-less one column layout, except for the sidebar which I split it into 2. I added a diagonal line background, so it would not look too empty. Only title and the description on the header. The width is quite narrow which is safe for 800px resolution. <span id="more-111"></span></p>
<p>The early version is not valid XHTML/CSS and looks crappy when viewed on IE 6 or lower.</p>
<h4>Features</h4>
<ul>
<li>Fixed width ~700px.</li>
<li>1 column. 2 columns sidebar.</li>
<li>Widget ready sidebar.</li>
<li>Valid XHTML (I guess).</li>
<li>Browser tested: Firefox, Opera, IE7, IE6, IE5, Safari.</li>
</ul>
<h4>Screenshot</h4>
<p><img style="border: 0;" src="http://www.beevalue.net/download/images/fairly_empty_2_wp_theme.png" alt="fairly_empty_2_wp_theme.png" width="300" height="225" /></p>
<h4><strong>Download</strong></h4>
<p><a title="fairly_empty_2.zip" href="http://www.beevalue.net/download/etc/fairly_empty_2.zip">fairly_empty_2.zip</a> (Latest 2008-11-08).</p>
<h4>Changes/Fixes</h4>
<ul>
<li>IE6 &amp; IE5 CSS hack.</li>
<li>PNG Fix.</li>
<li>Some minor fixes.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.suparlan.com/2008/10/30/fairly-empty-2-wordpress-theme/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Check Your Website on Different Browsers</title>
		<link>http://arif.suparlan.com/2008/10/30/check-your-website-on-different-browsers?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=check-your-website-on-different-browsers</link>
		<comments>http://arif.suparlan.com/2008/10/30/check-your-website-on-different-browsers#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 19:52:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Free/Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.suparlan.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Browser compatibility is about how your website is displayed on different web browsers. This is much about user experience testing to ensure users have the same visual experiences and how it functionally behaves and responds the same way across different &#8230; <a href="http://arif.suparlan.com/2008/10/30/check-your-website-on-different-browsers">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Browser compatibility is about how your website is displayed on different web browsers. This is much about user experience testing to ensure users have the same visual experiences and how it functionally behaves and responds the same way across different browsers. It is really frustrating when your website looks fine on one, but ruined on other browsers. And there are a lot of types of browsers and they have different ways of interpreting the codes.<span id="more-109"></span></p>
<p>I have my own way for this kind of situation. Check the web&#8217;s stats. For example, according to Google Analytics for this website, the most used browsers are Firefox, IE, Opera, Mozilla Compatible, Safari and Chrome. Then I would manually view the web on different browsers. For IE special case, it has many versions, I use <a href="http://tredosoft.com/Multiple_IE" target="_blank">Tredosoft</a> which enable to run multiple IE versions on your PC.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-112" style="border: 0; margin-left: 7px; margin-right: 7px; margin-top: 2px; margin-bottom: 2px;" title="browsershots" src="http://arif.suparlan.com/wp-content/uploads/2008/10/browsershots-300x211.jpg" alt="browsershots.org" width="300" height="211" /></p>
<p>Maybe you don&#8217;t want to install anything, or you want to know how it looks not only on different browser, but on different OS&#8217; too. This is very interesting, I found this site when Googling about cross browser compatibility. There are some commercial online services to check browser compatibility, but <a href="http://browsershots.org/" target="_blank">Browsershots.org</a> is free open-source online service for website compatibility testing. Just enter the URL, select the browser and OS, and it will queue the screenshots. Now maybe you should try it to your website.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.suparlan.com/2008/10/30/check-your-website-on-different-browsers/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

